Lompat ke isi utama

Berita

Pengelolaan BMN Diperkuat melalui Sosialisasi Target Indikator Pengelolaan Aset

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Mellia Rahmi, Kasubag Administrasi Ot Saputra, serta staf saat mengikuti Rapat Sosialisasi Target Indikator Pengelolaan Aset (IPA) dan Penuntasan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Kondisi Rusak Berat yang diselenggarakan secara daring, Senin (10/8).

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Mellia Rahmi, Kasubag Administrasi Ot Saputra, serta staf saat mengikuti Rapat Sosialisasi Target Indikator Pengelolaan Aset (IPA) dan Penuntasan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Kondisi Rusak Berat yang diselenggarakan secara daring, Senin (10/8).

Tanjung Pati — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lima Puluh Kota mengikuti Rapat Sosialisasi Target Indikator Pengelolaan Aset (IPA) dan Penuntasan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Kondisi Rusak Berat yang diselenggarakan secara daring, Senin (10/8).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Mellia Rahmi, Kasubag Administrasi Ot Saputra, serta staf yang bertugas sebagai PIC pengelola BMN Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota.

Rapat sosialisasi dilaksanakan untuk menyamakan pemahaman jajaran terkait target dan indikator dalam pengelolaan aset, sekaligus membahas langkah-langkah penuntasan terhadap BMN dalam kondisi rusak berat yang masih tercatat pada satuan kerja.

Pengelolaan BMN menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tertib administrasi dan pelaksanaan tugas kelembagaan. Setiap aset negara perlu dikelola  secara tepat agar keberadaannya dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Melalui sosialisasi tersebut, satuan kerja juga didorong agar melakukan identifikasi dan penataan terhadap aset yang mengalami kerusakan berat. Penanganan terhadap BMN tersebut perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan permasalahan dalam pencatatan maupun pertanggungjawaban aset negara.

Selain itu, pencapaian Indikator Pengelolaan Aset diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas tata kelola BMN secara berkelanjutan. Pengelolaan aset yang tertib, efektif, transparan, dan akuntabel menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

 

Penulis dan Editor : Humas