Bawaslu Lima Puluh Kota Bangun Sinergi Pengawasan Partisipatif Bersama BEM Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
|
Bawaslu Lima Puluh Kota melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Senin (18/5).
Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi antara Bawaslu Lima Puluh Kota dengan BEM Politeknik Pertanian Payakumbuh dalam membahas dinamika demokrasi serta penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Dapit Alexsander, yang menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung penguatan demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
“Langkah awal bersama BEM Politeknik ini menjadi fokus kita dalam melihat dinamika demokrasi saat ini. Mahasiswa memiliki peran penting dalam pengawasan partisipatif, baik dalam mengawasi, memantau, maupun memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat,” ujar Dapit.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Yoriza Asra, menyampaikan bahwa saat ini Bawaslu RI telah mengeluarkan rencana strategis dalam membangun kemitraan bersama masyarakat untuk memperkokoh demokrasi.
“Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam pelaksanaan pemilu. Dibutuhkan peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pengawasan tahapan pemilu, khususnya dalam edukasi dan pendidikan demokrasi kepada masyarakat,” ungkap Yori.
Ia berharap melalui diskusi tersebut dapat terbangun kerja sama berkelanjutan dalam pengawasan partisipatif demi menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
“Harapan kami kelompok masyarakat, terutama BEM, dapat ikut melakukan pengawasan partisipatif maupun pemantauan terhadap pelaksanaan teknis pemilu,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua BEM Politeknik Pertanian Payakumbuh, Arif, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula.
“Peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif memang sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama terkait kepemiluan,” ujar Arif.
Penulis dan Foto: RF