Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lima Puluh Kota Evaluasi Pengawasan PDPB, Tekankan Akurasi Data Pemilih

Anggota Bawaslu Lima Puluh Kota, Ismet Aljannata saat membuka kegiatan  Rapat Dalam Kantor (RDK) dengan tema Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Aula Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota secara resmi, Kamis (24/9).

Anggota Bawaslu Lima Puluh Kota, Ismet Aljannata saat membuka kegiatan  Rapat Dalam Kantor (RDK) dengan tema Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Aula Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota secara resmi, Kamis (24/9).

Tanjung pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan Rapat Dalam Kantor (RDK) dengan tema Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Aula Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (24/9).

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan, pejabat struktural, serta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota. Turut hadir Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota, Wendy Wahyudi, beserta rombongan.

Kasubbag Pengawasan dan Humas Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Eliza, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa RDK tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengawasan yang telah dilakukan sekaligus mempersiapkan teknis pengawasan ke depan.

"Melalui kegiatan ini kita menyampaikan pengawasan-pengawasan yang telah dilakukan serta mempersiapkan teknis pengawasan kita ke depannya. Dengan hadirnya KPU, kita juga meminta saran dan masukan nantinya “, ujar Eliza.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Ismet, menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan PDPB. Di antaranya melakukan kunjungan dan koordinasi ke nagari-nagari, meminta data terkait penduduk yang meninggal dunia, pindah masuk maupun pindah keluar, serta melakukan koordinasi dengan cabang dinas dan Kementerian Agama.

Menurut Ismet, koordinasi dan pertukaran data menjadi bagian penting dalam memastikan proses PDPB dapat berjalan secara optimal.

Ia juga menyoroti pentingnya menyikapi kebijakan yang dikeluarkan oleh jajaran pimpinan di tingkat atas agar tidak menghambat koordinasi dan pengolahan data PDPB di daerah.

"Bagaimana kita menyikapi kebijakan pimpinan sehingga kita tidak kesulitan dalam mengolah data PDPB," katanya.

Ismet berharap pelaksanaan PDPB tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dapat menjadi bahan penting dalam pemutakhiran data pemilih ketika pelaksanaan pemilu mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Dapit memaparkan hasil pengawasan yang telah dilakukan Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pencegahan, pengawasan langsung, uji petik, penguatan pengawasan partisipatif hingga tindak lanjut terhadap hasil pengawasan.

Hingga saat ini, Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota telah melakukan kunjungan ke tujuh nagari dalam rangka koordinasi terkait data pemilih.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, Bawaslu menemukan sebanyak 103 pemilih meninggal dunia yang masih tercatat dalam data pemilih berkelanjutan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 pemilih di antaranya belum memiliki bukti autentik.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Lima Puluh Kota, Wendy Wahyudi, yang bertindak sebagai narasumber, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih, sistem aplikasi yang digunakan masih terus mengalami penyempurnaan.

"Memang beberapa aplikasi selalu mengalami perbaikan, sehingga masih jauh dari kata sempurna," ujarnya.

Wendy juga menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Lima Puluh Kota memperoleh penghargaan dari KPU Provinsi Sumatera Barat atas pengolahan data. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pengawasan yang ketat serta masukan yang diberikan Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ia berharap data PDPB dapat terus dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam proses pemutakhiran data pemilih untuk pelaksanaan pemilu mendatang.

Selain itu, Wendy menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan berbagai pihak dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib mengurus administrasi kependudukan.

"Bagaimana kita bersama-sama bersinergi dalam membentuk kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan," katanya.
 

Peserta kegiatan

Penulis : Ridho
Editor   : Allye