Jelang Akhir Tahun Bawaslu RI targetkan 16.000 Pengawas Partisipatif Se-Indonesia
|
Di penghujung akhir tahun hingga bulan Desember 2025, Bawaslu RI menargetkan melakukan pengkaderan 16.000 pengawas partisipatif Se-Indonesia.
Ketua Bawaslu Sumatera Barat, Alni menyatakan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) pertama dilaksanakan pada bulan Agustus dengan konsep luring melibatkan tiga kota yaitu Padang, Bukittinggi, Pariaman. Pada program P2P kedua pada bulan Oktober hingga Desember akan dilaksanakan dengan metode dari daring dan luring 16 kabupaten kota Se-Sumatera Barat.
" Untuk tahun 2025 ini akan ada 16.000 pengawas partisipatif. Maka untuk Sumatera Barat terdapat 40 peserta masing masing 16 kabupaten kota" sebutnya saat pertemuan di kantor Bawaslu Sumatera Barat, Rabu, (15/10).
Dikatakannya, program P2P akan dilaksanakan secara serentak di 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dengan output menciptakan kader-kader pengawas partisipatif. Untuk menyongsung pemilu 2029, kemungkinan mereka yang melakukan pelatihan tersebut nantinya akan menjadi pengawas partisipatif, pemerhati pemilu, penyelenggara pemilu hingga peserta pemilu.
Sementara itu, koordinator divisi pencegahan, parmas, humas, Muhammad Khadafi menyatakan bahwa program P2P merupakan program kelembagaan Bawaslu dimasa non tahapan disamping melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB).
Dikatakannya, kick off dari P2P diresmikan langsung oleh Bawaslu RI secara daring se-Indonesia, dengan manajamen learning system (LMS). Adapun tahapan pelatihan adalah pretest, nonton video, membaca modul, posttest dan melakukan pertemuan diskusi secara luring di 16 kantor kabupaten kota di Sumatera Barat .
"Dengan dilakukan pertemuan luring bersama pengawas partisipatif diharapkan terbangun suasana kedekatan dengan kader P2P. Sehingga dapat menjangkau masyarakat untuk perbaikan-perbaikan pelaksanaan pemilu kedepannya" tukasnya.
Penulis dan Foto (Dapit)
Editor : Allye