Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Suhenty, Kader Pengawas Harus Kritis untuk Menjaga Demokrasi yang Bermartabat

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, saat menyampaikan arahan di kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara luring di Kabupaten Tangerang dan diikuti secara daring oleh Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5).

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, saat menyampaikan arahan di kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara luring di Kabupaten Tangerang dan diikuti secara daring oleh Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5).

Tanjung Pati - Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara luring di Kabupaten Tangerang dan diikuti secara daring oleh Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5).

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) ini merupakan salah satu program prioritas nasional hasil kerja sama antara Bawaslu RI dengan Bappenas. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada periode 12 Mei hingga Oktober 2026, baik secara luring maupun daring. Program ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal seluruh proses demokrasi, khususnya menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2029.

Kegiatan Kick Off dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, di Kabupaten Tangerang. Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat.” Dalam arahannya, Lolly menekankan bahwa kader pengawas partisipatif harus memiliki sikap kritis dan keberanian dalam menyuarakan gagasan.

“Kader pengawas harus kritis, berani mempertanyakan dan mencari tahu lebih jauh, karena yang dipertaruhkan adalah demokrasi. Jangan mengaku kader kalau kita tidak kritis,” tegas Lolly.

Ia juga menerangkan bahwa kader P2P merupakan relawan demokrasi yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan pelanggaran dengan memberikan informasi dan laporan kepada Bawaslu. Menurutnya, keberadaan kader pengawas partisipatif menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, yang mengapresiasi langkah Bawaslu dalam melibatkan masyarakat melalui program P2P. Ia berharap para kader pengawas partisipatif agar dapat menjadi penjaga demokrasi dan memastikan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada berjalan dengan aman, jujur, dan bermartabat.

“Kita harus selalu menjaga demokrasi kita dalam pagar-pagar demokrasi. Saya yakin niat baik dan positif dari para kader ini akan menjadi kekuatan besar agar pemilu lima tahunan ke depan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Maesyal
 

Peserta kegiatan
Peserta kegiatan


 

Penulis : Ridho
Editor   : Allye