Dekati Masyarakat, Bawaslu Lima Puluh Kota Hadirkan Stan Edukasi Interaktif di Festival Literasi 2026
|
Tanjung Pati - Dalam rangka mendukung pengembangan minat baca dan peningkatan literasi masyarakat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lima Puluh Kota berpartisipasi dalam Festival Literasi Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota pada 20–22 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Dari Perpustakaan untuk Masyarakat, Menguatkan Literasi, Membangun Nagari” ini menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya pameran budaya literasi, bedah buku, seminar literasi, serta pameran produk literasi.
Dalam sambutan Bupati Lima Puluh Kota yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alfian, disampaikan bahwa literasi merupakan kemampuan hidup yang tidak terbatas pada membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami dan menyaring informasi, mengolah pengetahuan, menghasilkan karya, mengambil keputusan yang baik, serta menciptakan perubahan.
Partisipasi Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota Ismet Aljannata, Kepala Sekretariat Mellia Rahmi, kepala subbagian, serta staf sekretariat. Bawaslu turut membuka stan pameran yang menampilkan berbagai produk literasi di bidang kepemiluan dan pengawasan Pemilu, sekaligus menyediakan layanan keterbukaan informasi publik bagi masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan lembaga pengawas Pemilu kepada masyarakat melalui edukasi dan penyediaan informasi kepemiluan yang mudah diakses.
Melalui stan pameran, Bawaslu memperkenalkan tugas, fungsi, dan wewenang kelembagaan dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Berbagai bahan bacaan mengenai pengawasan Pemilu dan demokrasi disediakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif.
Selain itu, Bawaslu juga mensosialisasikan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan memanfaatkan akses informasi kepemiluan secara transparan dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota turut memperkenalkan Pojok Bawaslu yang tersedia di Perpustakaan Daerah (Perpusda). Fasilitas ini menjadi salah satu sarana edukasi publik yang mengintegrasikan literasi dengan informasi kepemiluan, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mempelajari demokrasi dan memahami peran Bawaslu dalam pengawasan Pemilu.
Untuk menarik minat pengunjung, stan Bawaslu juga menghadirkan kuis seputar kepemiluan yang disertai hadiah menarik. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana edukasi yang interaktif dan menyenangkan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Pemilu dan pengawasannya.
Penulis : Ridho
Editor : Allye