Jelang PEMIRA, Bawaslu Lima Puluh Kota Bekali Mahasiswa Politeknik Pertanian
|
Tanjung Pati — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lima Puluh Kota memberikan pembekalan kepada mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) mahasiswa, Kamis (24/9).
Pembekalan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang nantinya akan ditunjuk sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) dan Badan Pengawas PEMIRA (BAWASRA). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon penyelenggara mengenai prinsip penyelenggaraan pemilihan, pentingnya menjaga netralitas, serta mekanisme pengawasan dalam pelaksanaan PEMIRA di lingkungan kampus.
Anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Dapit Alexsander, hadir sebagai narasumber bersama Kepala Subbagian Pengawasan dan Humas serta staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dalam pemaparannya, Dapit menekankan pentingnya penerapan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL) dalam setiap proses pemilihan. Menurutnya, prinsip tersebut juga perlu diterapkan dalam pelaksanaan PEMIRA agar proses pemilihan di lingkungan kampus dapat berjalan secara demokratis dan mendapatkan kepercayaan dari seluruh mahasiswa.
“Asas dalam melaksanakan sebuah pemilu harus LUBER JURDIL. Prinsip ini juga perlu diterapkan dalam pelaksanaan PEMIRA agar proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis dan dapat dipercaya oleh seluruh mahasiswa,” ujar Dapit.
Selain penerapan asas pemilihan, Dapit juga mengingatkan mahasiswa yang nantinya terlibat sebagai penyelenggara PEMIRA untuk menjaga netralitas selama seluruh tahapan berlangsung. Netralitas penyelenggara dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga integritas dan kepercayaan terhadap proses pemilihan.
“Seluruh penyelenggara harus bersikap netral. Jangan sampai penyelenggara justru berpihak kepada salah satu peserta, karena netralitas merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap proses PEMIRA,” jelasnya.
Dapit juga mendorong mahasiswa yang nantinya dipercaya sebagai KPUR dan BAWASRA untuk memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penyelenggara diharapkan mampu menjalankan setiap tahapan secara profesional, transparan, serta memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh peserta PEMIRA.
Penulis dan Editor : Humas